Membuat toko online di blogger

Sudah sejak lama saya ingin membuatkan web toko online untuk istri saya. Berhubung dalam kurun waktu tersebut belum menemukan template blogger yang cocok, maka niatan itu urung terlaksana.

Beruntung, beberapa hari lalu saat sedang blog walking, saya menemukan web yang menyediakan template blogger siap pakai untuk toko online dan gratis pula. Alhasil ide tersebut kini bisa terlaksana, dan istri pun akhirnya dapat memiliki toko online.

Alamat toko onlinenya adalah : http//hasna-shop.blogspot.com.



Semoga usaha yang baru digelutinya barokah ya Allah.. Aaamiin.
Selamat berbelanja ya rekan-rekan.

» Read More...

Mengukur jarak dan menentukan rute jalan via google Maps (Update)

Artikel ini dibuat untuk mengupdate artikel sebelumnya yang berjudul Mengukur jarak suatu tempat dengan Google Earth . Artikel tersebut boleh dibilang kurang akurat untuk menentukan jarak sesungguhnya, karena jarak ditentukan dengan cara menarik garis lurus dari titik A ke titik B.

Padahal sejatinya jarak yang tepat juga harus memperhitungkan jalan yang harus ditempuh. Misalnya bila melalui jalan A maka jaraknya adalah sekian, lewat jalan B jaraknya sekian. Oleh karena itu mari memanfaatkan aplikasi Google Maps untuk menentukan rute sekaligus mengukur jarak yang tepat.

Berikut adalah langka-langkah yang dapat kita lakukan:

1. Buka situs : http://maps.google.com


2. Ubah tampilan peta menjadi map, dengan mengklik Peta/Maps di sudut kanan atas.
3. Masukkan kata kunci jakarta untuk menampilkan peta Jakarta

4. Sebagai contoh mari kita menentukan jarak dari tugu monas sampai dengan Pulogadung Trade Center (PTC). Karena monas mudah untuk mencarinya, ketik saja kata kunci monas, maka akan muncul pilihan di sisi kiri layar.

5. Kemudian klik bulatan merah yang didalamnya ada huruf A. sehingga muncul teks boks seperti dibawah, lalu pilih petunjuk arah.


6. Setelah link petunjuk arah diklik, maka di sisi kiri akan muncul menu penelusuran rute dengan tampilan seperti dibawah

7. Masukkan kata kunci pulogadung trade center di kolom A, google maps secara otomatis akan menyarankan kepada Anda lokasi yang mirip dengan kata kunci tersebut. Bila sudah sesuai tinggal pilih dan klik tombol dapatkan petunjuk arah.


Yup, sudah tertampil di peta pilihan rute yang bisa kita pilih, yaitu lewat jalan perintis kemerdekaan dan Jalan Jenderal Suprapto sejauh 11,4 KM dan lewat Jalan Perintis Kemerdekaan sejauh 15,1 KM.

Sekian, semoga bermanfaat dan tidak lagi tersesat ke arah yang hendak dituju.

NB: klik gambar untuk memperbesar


» Read More...

Perkembangan IT dengan keterbatasan

Artikel ini kubuat dalam rangka mengobati kerinduan saat menimba ilmu di negeri bollywood beberapa tahun silam.

Mengingat episode itu, seakan saya tersenyum-senyum simpul bila membandingkan fasilitas pendidikan dan pelatihan (diklat) yang saya dapatkan. Bagaimana tidak, disaat di sini (Jakarta) pada waktu yang sama sudah booming penggunaan layar LCD dan processor yang sudah multi core, disana saya dan kawan-kawan mendapati bahwa komputer yang kita gunakan masih menggunakan layar tabung CRT dan processor seadanya. Mungkin karena lokasi diklat bukan di pusat kota New Delhi, melainkan di Ghaziabad, salah satu bagian dari Uttar Pradesh sehingga kita masih mendapati fasilitas seperti ini.


 Kira-kira seperi ini lab komputer waktu itu. (tahun 2010)

Nah, yang jadi heran... ngapain juga kita sampai mau-maunya belajar IT sampai ke India, bila fasilitas belajarnya saja seperti itu.  

Memang, dalam hal fasilitas India masih belum semaju kita disini, akan tetapi kalau soal professionalisme gak boleh lah kita meragukan mereka. Ahli-ahli IT India seperti yang kita ketahui bertebaran di seantero dunia, bahkan banyak pula yang menjadi programmer inti di perusahaan besar sekelas Microsoft. 

Ada dua Instruktur yang mengajar kita kala itu, yang pertama adalah Mr. Rohit Sarma, dan yang kedua adalah Mrs. Juhi Maharjan. Keduanya sudah memiliki beberapa sertifikat dari Microsoft dan Cisco. Ada ucapan dari Mrs. Juhi yang tidak tahu kenapa masih teringat sampai sekarang, "Do i make sense ?", beliau sering sekali mengucapkan kalimat tersebut di dalam kelas, terutama setelah selesai memberikan materi (dengan logat indianya yang kental tentunya). Entahlah kenapa beliau menggunakan pertanyaan tersebut ketimbang "Do you understand?". Mungkin juga biar tidak terkesan menggurui ya, kalau tidak dapat dimengerti bolehlah ditanyakan.

Bagaimana dengan kita, sudahkah kita memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitar kita secara maksimal. Banyak diantara kita yang memiliki komputer canggih, sebagai contoh CPU dengan processor core i7, ram 8 gb dan hardisk ukuran terra, toh paling banter digunakan hanya untuk bermain game. Padahal bisa dimanfaatkan untuk belajar desain grafis, dan video editing yang memerlukan komputer dengan resources yang tinggi.

Kalau untuk programmer, spesifikasi komputer sepertinya tidak perlu yang speknya tinggi. Beberapa waktu yang lalu saya dapati programmer aplikasi berbasis web di institusi saya hanya menggunakan netbook dengan processor 1 ghz, dan itu sudah cukup untuk menghandle php web server macam xampp, database mysql dan sebagainya.


» Read More...

Followers